Kamis, 19 Maret 2015

Tugas 1

Kenapa Memilih Jurusan Akuntansi?


Problematika saat lulus sma adalah aku mesti kuliah dimana ya? terus jurusan apa? itu adalah kata yang pertama kali terlintas di otak aku saat mengetahui telah "lulus" sma. Apakah aku harus memilih jurusan kuliah yang sesuai dengan jurusan sma atau yang sesuai dengan keinginan orang tua ataupun dengan minat maupun bakat. Entahlah. Aku adalah salah satu dari siswa yang (dulu) bingung memilih jurusan kuliah. Pada waktu itu belum terpikir sama sekali mau kuliah dimana, jurusan apa, setelah lulus nanti jadi apa. Setelah pemikiran yang begitu panjang aku memutuskan ingin masuk keperawatan UI. Iya UI kampus yang diminati hampir seluruh pelajar di Indonesia. Setelah berjuang lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN aku gagal menghadapi ribuan orang yang sama-sama berjuang untuk masuk Universitas Negeri. Kecewa, sangat kecewa pada saat itu. Tapi aku tahu Allah maha tau apa yang hambannya butuhkan. Setelah berlarut dalam kekecewaan aku pun terus menyemangati diri sendiri. Akhirnya aku memilih kampus Gunadarma yang kualitasnya tidak usah diragukan lagi. World Class lagi. Hahahaha :D


Pertama kali kesana, kebetulan aku mendapatkan beasiswa yang diadakan kampus Gunadarma pada saat masih di sma dulu. Pertama kali memilih jurusan aku sangat bingung karena tidak ada jurusan keperawatan seperti yang  diminati. Pada saat itu tiba-tiba terlintas dipikiran untuk memilih jurusan arsitek, tetapi orang tua tidak terlalu setuju dengan pilihan tersebut. Keesokannya, aku kembali lagi kekampus untuk mengganti jurusan dan pada akhirnya setelah memikirkan dengan matang aku memilih jurusan Akuntansi. Kenapa aku memilih akuntansi? Padahal sewaktu sma jurusan ipa? Benar yang dikatakan oleh orang-orang kebanyakan. Pada saat kuliah nanti, jurusan yang diambil akan berbeda dengan jurusan sewaktu sma, tetapi tidak semuanya seperti itu. Alasan sejujurnya aku memilih jurusan akuntansi karena ingin belajar hal baru yang sama sekali belum aku ketahui. Mempelajari cara membuat laporan keuangan yang benar, apa yang harus dilakukan jika terjadi kesalahan dalam laporan keuangan dan hal-hal baru yang lainnya. Alasan yang aneh bukan? Biarlah. Sekarang aku sudah resmi menjadi salah satu dari ribuan mahasiswa Gunadarma. Aku juga sudah semester 2, walaupun masih banyak yang harus didalami tentang akuntansi aku sangat senang bisa masuk jurusan akuntansi. Dan ip pertamaku sudah keluar, alhamdulilah ga jelek-jelek banget. Hahahaha. Aku tahu tuhan selalu punya jalan tersendiri untuk membuat akumenuju kesuksesan. Sampai disini dulu ya, sudah bingung harus bercerita apa lagi. See yoouu!!!

Rabu, 14 Januari 2015

Pemasaran

1. Pengertian Pemasaran atau Marketing
Pemasaran merupakan bagian yang penting berhubungan dengan pasar, karena pasar yang ada sekarang merupakan pasar pembeli di mana terjadinya transaksi jual beli tergantung pada keputusan pembelian sendiri. Di bawah ini pengertian dari beberapa ahli pemasaran:
  • Willian J Stanton 
Pemasaran adalah keseluruhan interh yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merecanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutubahan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembelian yang potensial.

  • Philip dan Duncan
Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang-barang berwujud kepad konsumen.
  • Boyd, Walker, Larreche
Pemasaran adalah suatu proses analisis, perencanaan, implementasi, koordinasi dan pengendalian program pemasaran yang meliputi kebijakan produk, harga, promosi, dan distribusi dari produk, jasa, dan ide yang ditawarkan untuk menciptakan dan meningkatkan pertukaran manfaat dengan pasar sasaran dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.
  • WY. Stanton
Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.


2. 7 Variable Pemasaran (marketing mix)


1. Proses

Rangkaian tindakan yang dijalankan dalam kegiatan marketing, Proses ini dimulai dari pengumpulan informasi pasar mengenai kebutuhan masyarakat atau konsumen, Ide produk guna memenuhi kebutuhan konsumen, Produksi, Penentuan harga dan penyampaian produk kepada konsumen.

2. People atau Orang
Keleluruhan orang sebagai pelaku dalam proses kegiatan marketing, dari pengumpulan informasi pasar sampai produk diterima konsumen atau pemakai.

3. Produk
Sesuatu yang bisa ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, Pembelian, Pemakaian atau konsumsi guna pemenuhan keinginan serta kebutuhan. Produk ini bisa dalam bentuk jasa atau produk fisik.

4. Price atau Harga
Nilai nominal yang ditetapkan untuk suatu barang yang merupakan ukuran bagi pembeli untuk melakukan pembayaran.

5. Place atau Tempat
Semua tempat yang digunakan sebagai saluran distribusi yang memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memperoleh produk yang dibutuhkan, atau yang lebih dikenal dengan istilah perantara.

6. Lingkungan Fisik atau Physical Eviedence
Segala sesuatu benda fisik yang digunakan dalam proses Marketing, Meliputi Tampilan produk, Alat pembuat Produk, Mutu produk dan Sarana fisik lain yang mendukung proses marketing.

7. Sistem
Kegiatan. Menyeluruh dan terpadu.



3. Konsep Sistem Pemasaran

Macam-macam sistem pemasaran yaitu:
a. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal
Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan.
Tujuan :
§ Mengendalikan perilaku saluran
§ Mencegah perselisihan antara anggota saluran
b. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal
Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.
c. Sistem pemasaran dengan saluran ganda
Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.






1. Kebutuhan
Konsep utama yang paling mendasari pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan adalah suatu keadaan yang dirasakan tidak ada dalam diri seseorang. Manusia memiliki kebutuhan yang kompleks dan bertingkat seperti yang dikemukakan oleh Abraham Maslow yaitu kebutuhan fisik, keamanan dan keselamatan, sosial, penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan ditentukan oleh tingkat kebutuhan mana yang paling mendesak. Apabila salah satu tingkat kebutuhan telah terpenuhi maka ia akan berhenti sebagai faktor motivator.

2. Keinginan
Keinginan merupakan kebutuhan manusia yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Akibat perbedaan corak budaya yang beraneka ragam maka keinginan seseorang akan dipengaruhi oleh lingkungan sosial budayanya. Kebutuhan makanan pokok di Indonesia sudah tentu akan berbeda dengan kebutuhan pokok orang Amerika. Kebutuhan masyarakat pedesaan berbeda dengan kebutuhan masyarakat perkotaan. Perbedaan kebutuhan tersebut menimbulkan perbedaan keinginan setiap individu dan golongan masyarakat tersebut. Keinginan manusia bersifat tak terbatas, sedangkan sumber-sumber untuk memenuhi keingian tersebut bersifat terbatas.

3. Permintaan
Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli. Jika tidak didukung daya beli keinginan akan tetap hanya berupa angan-angan saja. Keinginan manusia yang sifatnya tidak terbatas tidak semuanya bisa diwujudkan menjadi permintaan, oleh karena itu ia harus menyesuaikan diri dengan daya beli dan sumber daya yang tersedia. Untuk produk-produk tertentu yang bersifat elastis pada akhirnya jumlah permintaan akan mempengaruhi terhadap harga suatu produk yang ditawarkan.

4. Produk
Pada umumnya produk dibedakan atas produk yang berupa barang (berwujud) dan berupa jasa (tak berwujud), dan sarana lain yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Kata produk ini juga sering juga distilahkan dengan pemuas, sumber daya, dan tawaran. Konsumen mempunyai kecenderungan memilih produk yang manfaatnya sama dengan produk sejenis tetapi dengan harga yang lebih murah atau harga yang sama tetapi kualitas yang lebih baik.

5. Nilai dan Kepuasan
Konsep yang menuntun konsumen untuk memilih produk mana yang akan Ia pilih diantara berbagai produk yang ditawarkan adalah nilai (pelanggan). Konsumen pada umumnya akan memilih suatu produk yang memberikan manfaat terbesar dengan biaya yang minimal atau terjangkau. Misalkan bila kita ingin membeli mobil tentu akan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kenyamanan, keamanan, konsumsi bahan bakar, besar pajak kendaraan bermotor, dan lain-lain. Jadi nilai pelanggan tersebut maksudnya nilai yang diserahkan kepada pelanggan (customer deliverd value) yaitu selisih antara nilai total pelanggan (total customer value) dengan biaya total pelanggan (total customer cost).
Kepuasan konsumen atas suatu produk tergantung kinerja produk dengan harapan konsumen. Jika kinerja suatu produk yang telah dibeli di bawah harapan konsumen tentunya merasa tidak puas, jika kinerja produk sama dengan harapan tentu konsumen merasa puas, jika kinerja di atas harapan konsumen sangat puas.

6. Transaksi
Transaksi adalah perdagangan nilai antara antara dua pihak. Transaksi merupakan satuan ukuran dan pertukaran. Salah satu bentuk satuan ukuran tersebut adalah uang, tetapi tidak semua transaksi melibatkan uang. Kadang-kadang transaksi terjadi antara barang dengan barang, antara barang dengan jasa, atau antara jasa dengan jasa. Transaksi yang demikian dinamakan Transaksi Barter.
7. Hubungan
Pemasaran yang baik bekerja tidak saja untuk mempertukarkan produknya semata, tetapi secara jangka panjang mampu membina hubungan dengan pelanggan, distributor, dealer, atau pemasok. Masa sekarang pemasaran cenderung berubah dari usaha memaksimumkan laba atas tiap transaksi individual ke memaksimumkan hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan atau pihak-pihak lainnya. Salah satu upaya kongkrit dan konsep ini misalnya dibentuknya bagian humas atau public relation di lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.

8. Pasar
Pasar terdiri dan semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tersebut. Pasar adalah hasil dan serangkaian kegiatan/proses yang dinamakan pemasaran. Berdasarkan dominasi kekuasaan yang dimiliki oleh pihak yang terlibat, pasar dapat dikelompokan ke dalam pasar pembeli dan pasar penjual. Berdasarkan pada tujuan penggunaan produk, pasar dapat dikelompokan ke dalam pasar konsumen dan pasar organisasi (pasar industri, pasar pemerintah, dan pasar reseler)

9. Pemasaran
Pemasaran adalah proses sosial atau manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dn keinginan mereka dengan menciptakan penawaran produk yang bernilai satu sama lain. Pemasaran tidak saja dilakukan oleh organisasi bisnis tetapi juga organisasi non-bisnis, seperti lembaga pemerintah atau lembaga sosial masyarakat, atau lembaga konsumen.



4. Pengertian Bisnis Internasional


Bisnis internasional adalah semua transaksi bisnis swasta dan pemerintah yang melibatkan dua atau lebih negara. Bisnis internasional terdiri dari sebagian besar dan berkembang dari keseluruhan bisnis dunia. Saat ini, hampir semua perusahaan, besar atau kecil, dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa global dan persaingan karena output menjual sebagian pemasok aman dari negara asing bersaing dengan produk dan layanan yang berasal dari luar negeri pengertian bisnis internasional. Menurut para ahli bisnis internasional:
  • Ball ,McCulloch,Frantz,Geringer,Minor(2006):
Bisnis yang kegiatannya melampaui batas Negara.Definisi tersebut mencakup perdagangan internasional. pemanufakturan diluar negeri juga industri jasa diberbagai bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi,perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa. 
  • Charles WH Hill (2008)
Perusahaan yang terlibat dalam perdagangan maupun investasi internasional. 
  • Daniels, Radebaugh & Sullivan (2004)
Semua transaksi komersial baik oleh swasta maupun pemerintah diantara 2 negara atau lebih



5. Alasan Melakukan Bisnis Internasional

Suatu negara ataupun suatu perusahaan melakukan transaksi bisnis internasional baik dalam perdagangan internasional pada umumnya memiliki beberapa pertimbangan ataupun alasan. Pertimbangan  tersebut meliputi pertimbangan ekonomis, politik, ataupun sosial budaya bahkan tidak jarang atas pertimbanngan militer. Bisnis internasional memang tidak dapat dihindarkan karena sebenarnya tidak ada satu negara pun didunia yang dapat mencukupi seluruh kebutuhan negaranya itu sendiri. Beberapa alasan untuk melaksanakan bisnis internasional antara lain berupa:

1. Spesialisasi antar bangsa-bangsa
Dalam hubungan dengan keunggulan atau kekuatan tertentu beserta kelemahannya itu, maka suatu negara haruslah menentukan pilihan strategis untuk memproduksikan suatu komoditi yang strategis yaitu:

  1. Memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan yang ternyata benar-benar paling unggul sehingga dapat menghasilkannya secara lebih efisien dan paling murah diantara negara-negara yang lain
  2. Menitik beratkan pada komoditi yang memiliki kelemahan paling kecil diantara negara-negara yang lain.
  3. Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya.



sumber: 

Widyatmini. Pengantar Bisnis. Edisi pertama. Gundarma, Juni 1996
(http://goklatenjualango.blogspot.com/2013/06/variabel-atau-unsur-serta-elemen-marketing-atau-pemasaran-serta-marketing-mix-dan-uraiannya.html). 10 Januari 2015 pukul 1.59 WIB.
(https://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-materikuliah/manajemen-pemasaran). 10 Januari 2015 pukul 2.15 WIB.

(http://talentiakirsti.blogspot.com/2013/01/bisnis-internasional.html). 10 Januari 2015 pukul 2.18 WIB.

(http://qeyty.blogspot.com/2008/10/bab-v-bisnis-internasional.html). 10 Januari 2015 pukul 2.21 WIB.
(http://kireieka.blogspot.com/2013/04/definisi-pemasaran-menurut-para-ahli.html). 12 Januari 2015 pukul 23.49 WIB
(https://majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-konsep-definisi-pemasaran/) 12 Januari 2015 pukul 0.05 WIB

Jumat, 05 Desember 2014

Bentuk-Bentuk Perusahaan

1.     Perusahaan Perseorangan

Perusahaan perseorangan adalah suatu bentuk perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang, di mana seluruh hartanya dijadikan jaminan terhadap hutang-hutang perusahaan dan berkuasa penuh terhadap pengawasan perusahaan serta memiliki seluruh hasil keuntungan yang diperoleh perusahaan. Jadi dalam perusahaan perseorangan tidak terjadi pemisahan secara hukum antara perusahaan dengan kepentingan pribadi di samping itu pemerintah juga tidak menetapkan ijin pendiriannya. Tetapi yang perlu diingat biarpun hukum tidak ada pemisahan perusahaan dengan kepentingan pribadi, sebaliknya secara ekonomis harus dipisahkan bagian modal perusahaan dengan keperluan pribadi. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran dan kelangsungan usaha perusahaan. Perusahaan yang berbentuk perseorangan mempunyai konsekuensi sebagai berikut:
Kelebihan:
1.     Pendiri sekaligus pemilik bebas mengontrol perusahaan
2.     Tidak memerlukan kebijaksanaan dalam pembagian laba
3.     Mudah dibentuk dan dibubarkan
4.     Kerahasian akan terjamin terutama yang berhubungan dengan    laporan keuangan atau permasalahan perusahaan sehingga tidak  bisa dimanfaatkan pesaing perusahaan.

Kekurangan:
1.     Tanggung jawab tidak terbatas dalam menjamin hutang perusahaan dalam seluruh harta kekayaan pemilik perusahaan
2.     Kemampuan manajemen terbatas terutama kalau berhubungan  dengan penjualan, produksi, pemasaran, maupun pembelajaan
3.     Sumber dana terbatas jika perusahaan berkembang. Lain halnya   kalau sumber dan dari beberapa orang
4.     Kelangsungan usaha tidak terjamin maupun kesempatan berkarier dari karyawan yang berkemampuan tinggi dalam mengembangkan usaha.

2.     Firma   
          
Firma adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan satu nama untuk bersama di mana tanggung jawab anggota tak terbatas terhadap resiko dan hutang perusahaan dengan jaminan seluruh harta kekayaan yang dimiliki masing-masing anggota tetapi jika mendapatkan keuntungan/rugi juga akan dibagi bersama sedangkan menurut Undang-Undang Hukum Dagang (Wetbook Van Koophandel) pasal 16. Firma didefinisikan sebagai berikut:  perseroan Firma adalah suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan dibawah nama.  Dalam hal keanggotaan, masing-masing anggota firma merupakan orang-orang yang saling percaya sehingga anggota berhak menjadi pimpinan di mana pimpinan yang sudah dipilih tidak bisa dipindahkan kepada orang lain selama anggota masih hidup, serta tanpa persetujuan anggota yang lain salah satu anggota tidak diperbolehkan menerima anggota baru.
Kelebihan:
1.     Fungsi pemimpin dapat dibagi-bagi
2.     Pendiriannya mudah tanpa memerlukan akte
3.     Lebih mudah dalam mencari kredit untuk pengembangan usaha karena jaminan hutang lebih besar
4.     Jumlah modal relatif besar jika dibandingkan perusahaan perseorangan

Kekurangan:
1.     Kelangsungan hidup perusahaan sangat bergantung pada salah satu anggotanya
2.     Adanya tanggung jawab bersama terhadap kerugian perusahaan
3.     Dalam tanggung jawab pemberian jaminan dengan memberikan seluruh harta kekayaan pribadi anggota sangat merugikan

3.     Persekutuan Komanditer/Commanditer Vennoot Schaap (CV)

Persekutuan Komanditer atau Commanditer Vennoot Schaap merupakan persekutuan yang didirikan oleh 2 orang atau lebih, di mana sistem keanggotaannya sebagai berikut:
a.     Sekutu Komplementer (General Partner)
Sekutu pimpinan atau anggota pengurus adalah anggota yang aktif duduk dalam kepengurusan persekutuan komanditer karena biasanya menyetor modal yang lebih besar dibanding dengan yang lain sehingga juga bertanggung jawab secara terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan.
b.     Sekutu Komanditer (Limeted Partner)
Sekutu Komanditer adalah anggota yang pasif dalam arti anggota ini hanya menyerahkan dananya dan mempercayakan pengelolaannya kepada General Partner sehingga dalam membayar hutang dan resiko perusahaan diberi jaminan sebesar modal yang disetor sedangkan kalau perusahaan untung maka laba yang dibagikan disesuaikan dengan besar kecilnya modal yang disetor.
Kelebihan:
1.     Pendirian mudah
2.     Jumlah sumber dana yang ada besar
3.     Manajemen baik karena bisa diversifikasi
4.     Kemampuan mempunyai kredit semakin besar sehingga kesempatan untuk berkembang juga besar

Kekurangan:
1.     Sulit untuk menarik dana terutama pada perusahaan yang kurang bonafid
2.     Anggota persekutuan selain General Partner tidak mempunyai hak suara
3.     Kelangsungan hidup tidak menentu

4.     Perseroan Terbatas (PT)

       Perseroan Terbatas atau Naanloze Vennootschaap adalah suatu badan di mana mempunyai kekayaan, hak dan kewajiban sendiri secara terpisah dari kekayaan pribadi masing-masing serta keanggotaan perseroan ditunjukan dengan jumlah kepemilikan sahan perusahaan.
Kelebihan:
1.     Perusahaan akan berkembang dan tidak tergantung pada pemegang saham
2.     Resiko kerugian pemegang saham kecil karena tidak menjaminkan seluruh harta kekayaan milik pribadi
3.     Saham dapat diperjualbelikan dengan mudah
4.     Pengelolan perusahaan dapat dilakukan dengan lebih efisien
5.     Ekspansi atau perluasan perusahaan dapat lebih luas karena kebutuhan modal yang besar akan cepat diperoleh

Kekurangan:
1.  Biaya pendirian PT sangat mahal
2.  Kemungkinan pesaing memanfaatkan informasi yang diperoleh lebih terbuka karena semua perkembangan perusahaan dan kesulitan akan selalu dilaporkan dalam setiap rapat umum pemegang saham
3.  Pembagian deviden yang diterima para pemegang saham akan dibebani pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintahaan


5.     BUMN

BUMN menurut Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan BUMN dapat pula berupa perusahaan nirlaba yang bertujuan untuk menyediakan barang atau jasa bagi masyarakat. Sejak tahun 2001 seluruh BUMN dikoordinasikan pengelolaannya oleh kementrian BUMN yang dipimpin oleh seorang Menteri BUMN. BUMN di Indonesia berbentuk perusahaan perseorangan, perusahaan umum, dan perusahaan jawatan. Ciri-ciri BUMN:
1.     Penguasaan badan usaha dimiliki oleh pemerintah
2.     Pengawasan dilakukan oleh pemerintah
3.     Kekuasaan penuh dalam menjalankan kegiatan usaha berada di tangan pemerintah
4.     Pemerintah berwenang menetapkan kebijakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha.
5.     Semua risiko yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pemerintah
6.     Melayani kepentingan umum atau pelayanan kepada masyarakat
7.     Merupakan lembaga ekonomi yang tidak mempunyai tujuan utama mencari keuntungan, tetapi dibenarkan untuk memupuk keuntungan.
8.     Salah satu stabilisator perekonomian negara.
9.     Pinjaman pemerintah dalam bentuk obligasi
10. Modal diperoleh dari bantuan luar negeri.

6.     Koperasi

Koperasi berasal dari kata kooperasi dimana pengertian koperasi menurut Undang-undang Peraturan Perkoperasian No. 12 tahun 1969 sebagai berikut: Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum. Koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan kegotong-royongan. Adapun fungsi-fungsi koperasi sebagai berikut:
1.  Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat
2.  Alat pendemokrasian ekonomi nasional
3.  Sebagai salah satu urat nadi bangsa Indonesia
4.  Alat pembina insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukan ekonomi bangsa Indonesia, serta mengatur tata laksana perekonomian rakyat

Sumber dari:(http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Usaha_Milik_Negara). 01 Desember 2014 pukul 08.42 WIB
Widyatmini. Pengantar Bisnis. Edisi pertama. Gundarma, Juni 1996


Minggu, 30 November 2014

Definisi Bisnis Menurut Pakar

·      


sumber: (http://www.duniapeluang.com/)



Raymond E. Glos et.al (1976) 
Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisasi oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri, menyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standar serta kualitas hidup mereka.



Steinford ( 1979)
“Business is all those activities involved in providing the goods and services needed or desired by people”. Dalam pengertian ini bisnis sebagai aktifitas yang menyediakan barang atau jasa yang diperlukan atau diinginkan oleh konsumen. Dapat dilakukan oleh organisasi perusahaan yang memilki badan hukum, perusahaan yang memiliki badan usaha, maupun perorangan yang tidak memilki badan hukum maupun badan usaha seperti pedagang kaki lima, warung yang tidak memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Tempat Usaha (SIUP) serta usaha informal lainnya.



Skinner (1992) 
Bisnis adalah pertukaran barang, jasa atau uang yang saling menguntungkan atau uang yang saling menguntungka atau memberikan manfaat.


Griffin dan Ebert (1996)
“Business is an organization that provides goods or services in order toearn provit”. Sejalan dengan definisi tersebut, aktifitas bisnis melalui penyediaan barang dan jasa bertujuan untuk menghasilkan profit (laba). Suatu perusahaan dikatakan menghasilkan laba apabila total penerimaan pada suatu periode (Total Revenues) lebih besar dari total biaya (Total Costs) pada periode yang sama. Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan kegiatan bisnis, sehingga melalui laba pelaku bisnis dapat mengembangkan skala usahanya untuk meningkatkan laba yang lebih besar.



Glos, Steade dan Lowry (1996) 
Bisnis adalah jumlah seluruh kegiatan yang diorganisir oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang perniagaan dan industri yang meyediakan barang dan jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki standard serta kualitas hidup mereka. 


Musselman dan Jackson (2006) 
Semua aktivitas yang memenuhi kebutuhan dan keinginan ekonomis masyarakat dan perusahaan diorganisasikan untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. 


Allan Afuah (2006) 
Bisnis merupakan sekumpulan aktifitas yang dilakukan untuk menciptakan dengan cara mengembangkan dan mentransformasikan berbagai sumber daya menjadi barang atau jasa yang diinginkan konsumen. 


Bonne & Kurtz (2009) 
Semua aktifitas yang bertujuan mencapai laba dan perusahaan yang menghasilkan barang serta jasa yang dibutuhkan oleh sebuah sistem ekonomi


Brown dan Petrello (2010)
“Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.



Hughes dan Kapoor (2010)
suatu kegiatan usaha individu yang terorganisasi untuk menghasilkan dan menjual barang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. 


Mahmud Machfoedz
Bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Usahawan atau pelaku bisnis harus mampu memadukan 4 macam sumber daya yaitu :
  1. Sumber daya materi
  2. Sumber daya manusia
  3. Sumber daya keuangan
  4. Sumber daya informasi


Sifat Perusahaan
Perusahaan bersifat dinamis, mengalami kemajuan atau kemunduran pada saat bergerak melalui siklus hidupnya. Perubahan atas kondisi ekonomi dan pasar memerlukan pemikiran kembali atas strategi perusahaan metode dan sarana yang digunakan untuk menghadapinya.



Tujuan Bisnis
Setiap Bisnis atau perusahaan berusaha mengolah bahan untuk dijadikan produk yang diperlukan oleh konsumen produk dapat berupa barang atau jasa. Tujuan perusahaan membuat produk adalah untuk mendapatkan laba, yakni imbalan yang diperoleh perusahaan dari penyediaan suatu produk bagi konsumen. 4 faktor produksi dalam perusahaan :

  1. Sumber Daya Alam 
  2. Sumber Daya Manusia
  3. Modal
  4. Informasi 


Sumber dari:
(http://www.slideshare.net/djhony/beberapa-definisi-bisnis-menurut-para-ahli).01 Desember 2014 pukul 08.11 WIB
Suhendi,.Sos., M.M & Indra Sasangka, SE., M.M. Pengantar  Bisnis. Alfadeta
Anoraga,Pandji, S.E., M.M. Pengantar Bisnis Dalam Era  Globalisasi. Rineka Cipta