Jumat, 17 April 2015

Tugas 3

1. Pengertian Inflasi
Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun,inflasi sedang antara 10%—30% setahunberat antara 30%—100% setahundan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun. Contoh dari inflasi adalah jika harga BBM naik maka ongkos angkutan umum,bahan-bahan pokok menjadi naik, 

2. Apakah Inflasi Selalu Merugikan
Menurut saya, inflasi tidak selalu merugikan. Ada juga sisi menguntungkan dari inflasi diantaranya
·      Peredaran / perputaran barang lebih cepat.
·  Produksi barang-barang bertambah. Hal ini terjadi karena keuntungan pengusaha yang terus bertambah karena terjadinya inflasi.
·  Kesempatan kerja bertambah. Lapangan pekerjaan semakin terbuka karena kegiatan produksi akan melebihi dari biasanya dan juga akan terjadi tambahan investasi.
·   Pendapatan nominal bertambah, tetapi riil berkurang, karena kenaikan pendapatan kecil kerana nilai mata uangnya yang kecil juga.

3. Faktor-faktor Investasi 
Investasi diartikan sebagai penanaman uang atau di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Investasi juga dapat dikatakan sebagai suatu penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi masa depan. Harapan pada keuntungan di masa datang merupakan kompensasi atas waktu dan risiko yang terkait dengan suatu investasi yang dilakukan. Terdapat beberapa faktor faktor yang mempengaruhi investasi yaitu:
1.    Suku Bunga
Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.
2.    Pendapatan nasional per kapita untuk tingkat negara (nasional) dan PDRB per kapita untuk tingkat propinsi dan Kabupaten atau Kota
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.
3.    Kondisi sarana dan prasarana
Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain : jalan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan lain-lain. Sarana dan prasrana telekomunikasi contohnya: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana dan sarana pos. Sedangkan contoh dari utilitas adalah tersedianya air bersih, listrik dan lain-lain.
4.    Birokrasi perijinan
Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.
5.    Kualitas sumberdaya manusia
Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah teknologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Teknologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.           
6.    Peraturan dan undang-undang ketenagakerjaan
Peraturan undang-undang ketenagakerjaan ini antara lain menyangkut peraturan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK), Upah Minimum, kontrak kerja dan lain-lain.
7.    Stabilitas politik dan keamanan
Stabilitas politik dan keamanan penting bagi investor karena akan menjamin kelangsungan investasinya untuk jangka panjang.
8.    Pengaruh Nilai tukar
Secara teoritis dampak perubahan tingkat/nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Shikawa (1994), mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan direspon dengan penurunan pada pengeluaran/alokasi modal pada investasi.
Pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang diperdagangkan/barang-barang ekspor (traded goods) relatif terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.
9.    Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.

Daftar Pustaka
(http://id.wikipedia.org/wiki/Inflasi) 12 April 2015 pukul 11.45 WIB


Sabtu, 11 April 2015

Tugas 2

A. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Pengertian Kemiskinan menurut para ahli

1.     Menurut Ellis, kemiskian adalah sebuah gejala multidimensional yang bisa dikaji dari dimensi ekonomi dan sosial politik.
2.     Menurut Faturachman dan Marcelinus Molo, kemiskinann adalah ketidakmampuan seseorang atau beberapa orang (rumah tangga) untuk memenuhi kebutuhan dasarnya.
3.     Menurut BAPPENAS, kemiskian adalah situasi serba kekurangan karena keadaann yang tidak dapat dihindari oleh seseorang dengan kekuatan yang dimilikinya.
4.     Menurut Friedman, kemiskinan adalah ketidaksamaan kesempatan untuk memformulasikan kekuatan sosial berupa asset, sumber keuangann, organisasi sosial politik, jaringan sosial, barang atau jasa, pengetahuan dan keterampilann, serta informasi.
5.     Menurut Reitsma dan Kleinpenning, kemiskinan adalah ketidakmampuan individu untuk memenuhi kebutuhanya, baik yang bersifat material maupun non-material.
6.     Menurut Suparlann, kemiskinan adalah standar tingkat hidup yang rendah karena kekuranngan materi pada sejumlah atau golongan orang bila dibandingkan dengan standar kehidupan yang berlaku di masyarakat sekitarnya.
7.     Menurut Levitan, kemiskian adalah kekurangan barang dan pelayanan yang dibutuhkan untuk mencapai standar hidup yang layak.

  B. Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan (dan juga definisi kemiskinan) lebih tinggi di negara maju daripada di negara berkembang Hampir setiap masyarakat memiliki rakyat yang hidup dalam kemiskinan. Garis kemiskinan berguna sebagai perangkat ekonomi yang dapat digunakan untuk mengukur rakyat miskin dan mempertimbangkan pembaharuan sosio-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan.





Penyebab Kemiskinan
Dampak Kemiskinan

Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.

Dampak dari kemiskinan terhadap masyarakat umumnya begitu banyak dan kompleks. Dengan banyaknya pengangguran berarti banyak masyarakat tidak memiliki penghasilan karena tidak bekerja. Karena tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya. Secara otomatis pengangguran telah menurunkan daya saing dan beli masyarakat. Sehingga, akan memberikan dampak secara langsung terhadap tingkat pendapatan, nutrisi, dan tingkat pengeluaran rata-rata.



Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.

     Kekerasan. Sesungguhnya kekerasan yang marak terjadi akhir-akhir ini merupakan efek dari pengangguran. Karena seseorang tidak mampu lagi mencari nafkah melalui jalan yang benar dan halal. Ketika tak ada lagi jaminan bagi seseorang dapat bertahan dan menjaga keberlangsungan hidupnya maka jalan pintas pun dilakukan. Misalnya, merampok, menodong, mencuri, atau menipu (dengan cara mengintimidasi orang lain) di atas kendaraan umum dengan berpura-pura kalau sanak keluarganya ada yang sakit dan butuh biaya besar untuk operasi. Sehingga dengan mudah ia mendapatkan uang dari memalak.

Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.

Pendidikan. Tingkat putus sekolah yang tinggi merupakan fenomena yang terjadi dewasa ini. Mahalnya biaya pendidikan membuat masyarakat miskin tidak dapat lagi menjangkau dunia sekolah atau pendidikan. Jelas mereka tak dapat menjangkau dunia pendidikan yang sangat mahal itu. Sebab, mereka begitu miskin. Untuk makan satu kali sehari saja mereka sudah kesulitan.


Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.


Kesehatan. Seperti kita ketahui, biaya pengobatan sekarang sangat mahal. Hampir setiap klinik pengobatan apalagi rumah sakit swasta besar menerapkan tarif atau ongkos pengobatan yang biayanya melangit. Sehingga, biayanya tak terjangkau oleh kalangan miskin.


Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.


Konflik sosial bernuansa SARA. Tanpa bersikap munafik konflik SARA muncul akibat ketidakpuasan dan kekecewaan atas kondisi miskin yang akut. Hal ini menjadi bukti lain dari kemiskinan yang kita alami. M Yudhi Haryono menyebut akibat ketiadaan jaminan keadilan "keamanan" dan perlindungan hukum dari negara, persoalan ekonomi-politik yang obyektif disublimasikan ke dalam bentrokan identitas yang subjektif. Terlebih lagi fenomena bencana alam yang kerap melanda negeri ini yang berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah orang miskin. Kesemuanya menambah deret panjang daftar kemiskinan. Dan, semuanya terjadi hampir merata di setiap daerah di Indonesia. Baik di perdesaan maupun perkotaan. Karena itu situasi di Indonesia sekarang jelas menunjukkan ada banyak orang terpuruk dalam kemiskinan bukan karena malas bekerja. Namun, karena struktur lingkungan [tidak memiliki kesempatan yang sama] dan kebijakan pemerintah tidak memungkinkan mereka bisa naik kelas atau melakukan mobilitas sosial secara vertikal.


Cara mengatasi kemiskinan

1.     Menciptakan lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja sehingga pengangguran berkurang.
2.     Memberikan subsidi bagi warga miskin seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai)
3.     Memberikan pelatihan agar warga kurang mampu dapat memulai usaha sehingga meningkatkan perekonomian 
4.     Memberikan modal agar dapat membuat usaha sendiri
5.     Menjaga stabilitas harga bahan pokok
6.     Meningkatkan pendapatan masyarakat tiap daerah



(http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan) 09 April 2015 pukul 21.32 WIB
(http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_kemiskinan) 09 April 2015 pukul 21.46 WIB

Kamis, 19 Maret 2015

Tugas 1

Kenapa Memilih Jurusan Akuntansi?


Problematika saat lulus sma adalah aku mesti kuliah dimana ya? terus jurusan apa? itu adalah kata yang pertama kali terlintas di otak aku saat mengetahui telah "lulus" sma. Apakah aku harus memilih jurusan kuliah yang sesuai dengan jurusan sma atau yang sesuai dengan keinginan orang tua ataupun dengan minat maupun bakat. Entahlah. Aku adalah salah satu dari siswa yang (dulu) bingung memilih jurusan kuliah. Pada waktu itu belum terpikir sama sekali mau kuliah dimana, jurusan apa, setelah lulus nanti jadi apa. Setelah pemikiran yang begitu panjang aku memutuskan ingin masuk keperawatan UI. Iya UI kampus yang diminati hampir seluruh pelajar di Indonesia. Setelah berjuang lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN aku gagal menghadapi ribuan orang yang sama-sama berjuang untuk masuk Universitas Negeri. Kecewa, sangat kecewa pada saat itu. Tapi aku tahu Allah maha tau apa yang hambannya butuhkan. Setelah berlarut dalam kekecewaan aku pun terus menyemangati diri sendiri. Akhirnya aku memilih kampus Gunadarma yang kualitasnya tidak usah diragukan lagi. World Class lagi. Hahahaha :D


Pertama kali kesana, kebetulan aku mendapatkan beasiswa yang diadakan kampus Gunadarma pada saat masih di sma dulu. Pertama kali memilih jurusan aku sangat bingung karena tidak ada jurusan keperawatan seperti yang  diminati. Pada saat itu tiba-tiba terlintas dipikiran untuk memilih jurusan arsitek, tetapi orang tua tidak terlalu setuju dengan pilihan tersebut. Keesokannya, aku kembali lagi kekampus untuk mengganti jurusan dan pada akhirnya setelah memikirkan dengan matang aku memilih jurusan Akuntansi. Kenapa aku memilih akuntansi? Padahal sewaktu sma jurusan ipa? Benar yang dikatakan oleh orang-orang kebanyakan. Pada saat kuliah nanti, jurusan yang diambil akan berbeda dengan jurusan sewaktu sma, tetapi tidak semuanya seperti itu. Alasan sejujurnya aku memilih jurusan akuntansi karena ingin belajar hal baru yang sama sekali belum aku ketahui. Mempelajari cara membuat laporan keuangan yang benar, apa yang harus dilakukan jika terjadi kesalahan dalam laporan keuangan dan hal-hal baru yang lainnya. Alasan yang aneh bukan? Biarlah. Sekarang aku sudah resmi menjadi salah satu dari ribuan mahasiswa Gunadarma. Aku juga sudah semester 2, walaupun masih banyak yang harus didalami tentang akuntansi aku sangat senang bisa masuk jurusan akuntansi. Dan ip pertamaku sudah keluar, alhamdulilah ga jelek-jelek banget. Hahahaha. Aku tahu tuhan selalu punya jalan tersendiri untuk membuat akumenuju kesuksesan. Sampai disini dulu ya, sudah bingung harus bercerita apa lagi. See yoouu!!!

Rabu, 14 Januari 2015

Pemasaran

1. Pengertian Pemasaran atau Marketing
Pemasaran merupakan bagian yang penting berhubungan dengan pasar, karena pasar yang ada sekarang merupakan pasar pembeli di mana terjadinya transaksi jual beli tergantung pada keputusan pembelian sendiri. Di bawah ini pengertian dari beberapa ahli pemasaran:
  • Willian J Stanton 
Pemasaran adalah keseluruhan interh yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merecanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang akan memuaskan kebutubahan pembeli baik pembeli yang ada maupun pembelian yang potensial.

  • Philip dan Duncan
Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau diperlukan untuk menempatkan barang-barang berwujud kepad konsumen.
  • Boyd, Walker, Larreche
Pemasaran adalah suatu proses analisis, perencanaan, implementasi, koordinasi dan pengendalian program pemasaran yang meliputi kebijakan produk, harga, promosi, dan distribusi dari produk, jasa, dan ide yang ditawarkan untuk menciptakan dan meningkatkan pertukaran manfaat dengan pasar sasaran dalam upaya pencapaian tujuan organisasi.
  • WY. Stanton
Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.


2. 7 Variable Pemasaran (marketing mix)


1. Proses

Rangkaian tindakan yang dijalankan dalam kegiatan marketing, Proses ini dimulai dari pengumpulan informasi pasar mengenai kebutuhan masyarakat atau konsumen, Ide produk guna memenuhi kebutuhan konsumen, Produksi, Penentuan harga dan penyampaian produk kepada konsumen.

2. People atau Orang
Keleluruhan orang sebagai pelaku dalam proses kegiatan marketing, dari pengumpulan informasi pasar sampai produk diterima konsumen atau pemakai.

3. Produk
Sesuatu yang bisa ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, Pembelian, Pemakaian atau konsumsi guna pemenuhan keinginan serta kebutuhan. Produk ini bisa dalam bentuk jasa atau produk fisik.

4. Price atau Harga
Nilai nominal yang ditetapkan untuk suatu barang yang merupakan ukuran bagi pembeli untuk melakukan pembayaran.

5. Place atau Tempat
Semua tempat yang digunakan sebagai saluran distribusi yang memberikan kemudahan bagi konsumen untuk memperoleh produk yang dibutuhkan, atau yang lebih dikenal dengan istilah perantara.

6. Lingkungan Fisik atau Physical Eviedence
Segala sesuatu benda fisik yang digunakan dalam proses Marketing, Meliputi Tampilan produk, Alat pembuat Produk, Mutu produk dan Sarana fisik lain yang mendukung proses marketing.

7. Sistem
Kegiatan. Menyeluruh dan terpadu.



3. Konsep Sistem Pemasaran

Macam-macam sistem pemasaran yaitu:
a. Sistem pemasaran dengan saluran vertikal
Pada sistem ini produsen, grosir, dan pengecer bertindak dalam satu keterpaduan.
Tujuan :
§ Mengendalikan perilaku saluran
§ Mencegah perselisihan antara anggota saluran
b. Sistem pemasaran dengan saluran horizontal
Pada sistem ini, ada suatu kerjasama antara dua atau lebih perusahaan yang bergabung untuk memanfaatkan peluang pemasaran yang muncul.
c. Sistem pemasaran dengan saluran ganda
Pada sistem ini beberapa gaya pengeceran dengan pengaturan fungsi distribusi dan manajemen digabungkan, kemudian dari belakang dipimpin secara sentral.






1. Kebutuhan
Konsep utama yang paling mendasari pemasaran adalah kebutuhan manusia. Kebutuhan adalah suatu keadaan yang dirasakan tidak ada dalam diri seseorang. Manusia memiliki kebutuhan yang kompleks dan bertingkat seperti yang dikemukakan oleh Abraham Maslow yaitu kebutuhan fisik, keamanan dan keselamatan, sosial, penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan ditentukan oleh tingkat kebutuhan mana yang paling mendesak. Apabila salah satu tingkat kebutuhan telah terpenuhi maka ia akan berhenti sebagai faktor motivator.

2. Keinginan
Keinginan merupakan kebutuhan manusia yang dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Akibat perbedaan corak budaya yang beraneka ragam maka keinginan seseorang akan dipengaruhi oleh lingkungan sosial budayanya. Kebutuhan makanan pokok di Indonesia sudah tentu akan berbeda dengan kebutuhan pokok orang Amerika. Kebutuhan masyarakat pedesaan berbeda dengan kebutuhan masyarakat perkotaan. Perbedaan kebutuhan tersebut menimbulkan perbedaan keinginan setiap individu dan golongan masyarakat tersebut. Keinginan manusia bersifat tak terbatas, sedangkan sumber-sumber untuk memenuhi keingian tersebut bersifat terbatas.

3. Permintaan
Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli. Jika tidak didukung daya beli keinginan akan tetap hanya berupa angan-angan saja. Keinginan manusia yang sifatnya tidak terbatas tidak semuanya bisa diwujudkan menjadi permintaan, oleh karena itu ia harus menyesuaikan diri dengan daya beli dan sumber daya yang tersedia. Untuk produk-produk tertentu yang bersifat elastis pada akhirnya jumlah permintaan akan mempengaruhi terhadap harga suatu produk yang ditawarkan.

4. Produk
Pada umumnya produk dibedakan atas produk yang berupa barang (berwujud) dan berupa jasa (tak berwujud), dan sarana lain yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Kata produk ini juga sering juga distilahkan dengan pemuas, sumber daya, dan tawaran. Konsumen mempunyai kecenderungan memilih produk yang manfaatnya sama dengan produk sejenis tetapi dengan harga yang lebih murah atau harga yang sama tetapi kualitas yang lebih baik.

5. Nilai dan Kepuasan
Konsep yang menuntun konsumen untuk memilih produk mana yang akan Ia pilih diantara berbagai produk yang ditawarkan adalah nilai (pelanggan). Konsumen pada umumnya akan memilih suatu produk yang memberikan manfaat terbesar dengan biaya yang minimal atau terjangkau. Misalkan bila kita ingin membeli mobil tentu akan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kenyamanan, keamanan, konsumsi bahan bakar, besar pajak kendaraan bermotor, dan lain-lain. Jadi nilai pelanggan tersebut maksudnya nilai yang diserahkan kepada pelanggan (customer deliverd value) yaitu selisih antara nilai total pelanggan (total customer value) dengan biaya total pelanggan (total customer cost).
Kepuasan konsumen atas suatu produk tergantung kinerja produk dengan harapan konsumen. Jika kinerja suatu produk yang telah dibeli di bawah harapan konsumen tentunya merasa tidak puas, jika kinerja produk sama dengan harapan tentu konsumen merasa puas, jika kinerja di atas harapan konsumen sangat puas.

6. Transaksi
Transaksi adalah perdagangan nilai antara antara dua pihak. Transaksi merupakan satuan ukuran dan pertukaran. Salah satu bentuk satuan ukuran tersebut adalah uang, tetapi tidak semua transaksi melibatkan uang. Kadang-kadang transaksi terjadi antara barang dengan barang, antara barang dengan jasa, atau antara jasa dengan jasa. Transaksi yang demikian dinamakan Transaksi Barter.
7. Hubungan
Pemasaran yang baik bekerja tidak saja untuk mempertukarkan produknya semata, tetapi secara jangka panjang mampu membina hubungan dengan pelanggan, distributor, dealer, atau pemasok. Masa sekarang pemasaran cenderung berubah dari usaha memaksimumkan laba atas tiap transaksi individual ke memaksimumkan hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan atau pihak-pihak lainnya. Salah satu upaya kongkrit dan konsep ini misalnya dibentuknya bagian humas atau public relation di lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta.

8. Pasar
Pasar terdiri dan semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tersebut. Pasar adalah hasil dan serangkaian kegiatan/proses yang dinamakan pemasaran. Berdasarkan dominasi kekuasaan yang dimiliki oleh pihak yang terlibat, pasar dapat dikelompokan ke dalam pasar pembeli dan pasar penjual. Berdasarkan pada tujuan penggunaan produk, pasar dapat dikelompokan ke dalam pasar konsumen dan pasar organisasi (pasar industri, pasar pemerintah, dan pasar reseler)

9. Pemasaran
Pemasaran adalah proses sosial atau manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dn keinginan mereka dengan menciptakan penawaran produk yang bernilai satu sama lain. Pemasaran tidak saja dilakukan oleh organisasi bisnis tetapi juga organisasi non-bisnis, seperti lembaga pemerintah atau lembaga sosial masyarakat, atau lembaga konsumen.



4. Pengertian Bisnis Internasional


Bisnis internasional adalah semua transaksi bisnis swasta dan pemerintah yang melibatkan dua atau lebih negara. Bisnis internasional terdiri dari sebagian besar dan berkembang dari keseluruhan bisnis dunia. Saat ini, hampir semua perusahaan, besar atau kecil, dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa global dan persaingan karena output menjual sebagian pemasok aman dari negara asing bersaing dengan produk dan layanan yang berasal dari luar negeri pengertian bisnis internasional. Menurut para ahli bisnis internasional:
  • Ball ,McCulloch,Frantz,Geringer,Minor(2006):
Bisnis yang kegiatannya melampaui batas Negara.Definisi tersebut mencakup perdagangan internasional. pemanufakturan diluar negeri juga industri jasa diberbagai bidang seperti transportasi, pariwisata, perbankan, periklanan, konstruksi,perdagangan eceran, perdagangan besar dan komunikasi massa. 
  • Charles WH Hill (2008)
Perusahaan yang terlibat dalam perdagangan maupun investasi internasional. 
  • Daniels, Radebaugh & Sullivan (2004)
Semua transaksi komersial baik oleh swasta maupun pemerintah diantara 2 negara atau lebih



5. Alasan Melakukan Bisnis Internasional

Suatu negara ataupun suatu perusahaan melakukan transaksi bisnis internasional baik dalam perdagangan internasional pada umumnya memiliki beberapa pertimbangan ataupun alasan. Pertimbangan  tersebut meliputi pertimbangan ekonomis, politik, ataupun sosial budaya bahkan tidak jarang atas pertimbanngan militer. Bisnis internasional memang tidak dapat dihindarkan karena sebenarnya tidak ada satu negara pun didunia yang dapat mencukupi seluruh kebutuhan negaranya itu sendiri. Beberapa alasan untuk melaksanakan bisnis internasional antara lain berupa:

1. Spesialisasi antar bangsa-bangsa
Dalam hubungan dengan keunggulan atau kekuatan tertentu beserta kelemahannya itu, maka suatu negara haruslah menentukan pilihan strategis untuk memproduksikan suatu komoditi yang strategis yaitu:

  1. Memanfaatkan semaksimal mungkin kekuatan yang ternyata benar-benar paling unggul sehingga dapat menghasilkannya secara lebih efisien dan paling murah diantara negara-negara yang lain
  2. Menitik beratkan pada komoditi yang memiliki kelemahan paling kecil diantara negara-negara yang lain.
  3. Mengkonsentrasikan perhatiannya untuk memproduksikan atau menguasai komoditi yang memiliki kelemahan yang tertinggi bagi negerinya.



sumber: 

Widyatmini. Pengantar Bisnis. Edisi pertama. Gundarma, Juni 1996
(http://goklatenjualango.blogspot.com/2013/06/variabel-atau-unsur-serta-elemen-marketing-atau-pemasaran-serta-marketing-mix-dan-uraiannya.html). 10 Januari 2015 pukul 1.59 WIB.
(https://bayu96ekonomos.wordpress.com/modul-materikuliah/manajemen-pemasaran). 10 Januari 2015 pukul 2.15 WIB.

(http://talentiakirsti.blogspot.com/2013/01/bisnis-internasional.html). 10 Januari 2015 pukul 2.18 WIB.

(http://qeyty.blogspot.com/2008/10/bab-v-bisnis-internasional.html). 10 Januari 2015 pukul 2.21 WIB.
(http://kireieka.blogspot.com/2013/04/definisi-pemasaran-menurut-para-ahli.html). 12 Januari 2015 pukul 23.49 WIB
(https://majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-konsep-definisi-pemasaran/) 12 Januari 2015 pukul 0.05 WIB